Inak, pulanglah

Nging..nging
Empat hari yang sudah “ rampung ”. Lega setelah men skip kepulangan kerumah. Pagi ini dengan semangat, kulangkahkan kaki menuju bandara internasional lombok atau kalo kata orang lombok BIL. Pukul 05.30 saya sudah berada di bandara tersebut, dengan perut kosong nafas tersengal-sengal (cemas).
Menunggu antrian bagasi, belum tiket tersentuh. Petugas mengatakan jika pesawat mengalami keterlambatan dan akan di berangkatkan pukul 09.00.
<“ what do you do ? ”( ngamvek). 
Kenapa ngmbek ?
semalam hanya tidur 2 jam an, agar tidak terlambat (takut ngebo). Kamar yang saya pesan lumayan berkelas (pamer) , ada kolam renang serta pemandangan sawah, gunung yang memukau. Pikiran saya tersentuk pada rugi.<br>
Dan…
Saya belum sarapan</p>. Tau kan kalau orang perutnya belum diisi pengenya ngaum terus. Untuk balik kehotel lagi juga tidak mungkin karena sudah cekout. Alhasil menunggu sampai tiba akhirnya hahah.

Pukul 10.00 wita, lion lepas landas dari BIL dalem ati ( tunggu aku diesok atau kapan aku datang ). Seperti yang bisa diliat didalam foto diatas.  Diambil paparazi 
“ maafkan aku, inak ” ( inak= panggilan ibu orang lombok). Inak tersebut bersama beberapa temannya dari lombok timur akan berangkat menuju jakarta. Tapi..
“ dijakarta cuma seminggu untuk pelatihan, nantinya akan berangkat ke arab saudi ” dalam aksen bahasa lombok yg saya udah lupa..
Kalian pasti tau kan, inak ngapain ke arab ? Menambah devisa negara. Seorang ibu gais.. Sekaligus istri yang seharusnya bisa dekat merawat anak harus membumbung tinggi mengais rupiah di negeri mekkah sana.

Lalau, saya berpikir gaes. Bagaimana anak tersebut akan tumbuh kembang baik jika sosok ibu, pengisi nutrisi dan mimpi tak disampinya menemani, bukan mati atau tak ada lagi namun pergi sejenak. Sosial entrepreneur, kayaknya bisa dibuat deh, pekerjaan yang bisa membuat inak punya rupiah namun tak harus meninggalkan rumah berhari maupun tahunan, agar anak tak merasa sepi…</p>

Comments

Popular posts from this blog

Mencari tahu kelebihan sebagai Kekuatan

ZERO WASTE CHALENGGE , dimulai dari dirimu

Hidup bahagia ? kurangin yang nggak penting