AKAN PERGI, SEBELUM PULANG



AKAN PERGI, SEBELUM PULANG


Ya, aku mengandaikan pulang itu kerumah dan pergi kuartikan keluar dari rumah, kemanapun termasuk merantau. Jika pulang merupakan saat yang dinanti, jikalau pergi menjadi hal yang perlu dijauhi harus segera kutepis agar pergiku tak terasa meninggalkan apapun namun hanya berpindah sejenak, berpindah dari kasur rumah kekasur perantauan.

Liburan, waduh terlalu keren itu nggak  relevan dengan apa yang kulakukan selama di rumah. Lebih tepatnya memang “ pulang “menempatkan rindu yang telah terkumpulkan berbulan-bulan, alah terlalu lebay. Telepon serta videocall sebenarnya sudah mampu melihat wajah keluarga, teman yang jaraknya bermil-mil di seberang sana. Tetap rasanya beda, ini juga bagian dari hiperbola.

Tiga bulan di rumah, dari Juni hingga Agustus. Ritme setiap harinya hampir sama, bangun tidur kesiangan ( kena omelan ), solat subuh lalu menyapu rumah. Dan yang paling special bisa sarapan pagi dengan lauk berbagai macam tanpa membeli, masakan emak emang nggak ada duanya. Eh setelah itu maskeran ( negliat muka gue kudel banget ), maskeran ala-ala pemula mah yang ringan dikantong dan mudah didapat. Campuran kopi, madu dan jeruk nipis dah itu aja.

Tahun kemarin aku agustusan udah di Jogja, akhirnya sekarang bisa di desa. Tapi, nggak ikut upacaranya karena waktu itu sedang di kotanya mempersiapakan, bukan pernikahan haha. Setelah ditolak kelas inspirasi Jogja, akhirnya ada yang menerima. Kelas inspirasi Bengkulu Utara special 17 agustus, duh special guahh. Bukan ding maksudnya acaranya yang special.

Tentang kelas inspirasi, akan kubuatkan juga yang special di lain halaman. Mari kita lanjut ke topic sebelum pergi tepatnya sebelum kemanapun tentunya, engkau pernah berjanji terhadap dirimu ataupun orangtua, sahabatan maupun pasangan, berjanji untuk sukses maupun untuk mengirimi uang tiap bulan terlebih untuk tetap setia.

Bukankah, terlebih sebelum kita benar-benar pergi kedunia ini telah dijanji “ untuk apa dilahirkan di dunia ini ?” lantas masih ingat ?. Benar, kadang lupa memang jadi alasan untuk tidak melaksanakan apa yang dijanji, namun lupa bukan alasan untuk tidak mengingat kembali. Aku ngerasa solatku masih sering berantakan hingga diujung waktu baru kutunaikan, malah kadang asik ketiduran hingga tak kukerjakan. Masih selalai itu aku. Namun petunjuk tuhan maha indah, hingga ada yang menyadarkan.

Lewat QuraniDproject, sebuah platform yang ingin menunjukan keindahan al-quran lewat cara sederhana dan menarik. Ayat favorite menjadi bagain dari platform ini, setiap contributor membacakan arti dari ayat tersebut dan menjelaskan maknanya dengan sederhana mungkin dan mudah diresapi. Lewat cerita-cerita bintang dari QuraniDproject aku juga belajar banyak tentang mengingat dulu, belajar iqra hingga alquran di Tpq, kemudian menghilang mengikuti dunia hingar binar lalu kembali dan menjauh kembali.

Maka sebelum kau benar-benar dipulangkan yang maha kuasa, kembalilah mencari celah pengingat janjimu sebelum pergi. Lewat cara apapun, sesederhana apapun. Yang terpenting bagaimana usahamu mengingat kembali. 


Comments

Popular posts from this blog

ZERO WASTE CHALENGGE , dimulai dari dirimu

Mencari tahu kelebihan sebagai Kekuatan

Hidup bahagia ? kurangin yang nggak penting