Sehari mengajar, selamanya menginspirasi .

Judulnya aku pulang.


" senang dak pulang ? ", seraya melihat sekeliling Bandara Fatmawati Soekarnoputri sambil menghembuskan napas . Liburan kali ini cukup lama, lah emang lama. Sangking lamanya aku  buat list tentang apapun yang akan aku kerjakan, tempat yang inginku kunjungi sampai apa yang harus aku cicipi ketika pulang, tapi sepertinya kabar list sedang tidak enak badan jadi ku diamkan saja dalam tas supaya nggak kedinginan wkwk.

Benar-benar lama, mungkin liburan kali ini pemecah rekor terlama selama aku menjadi perantau widihh, tiga bulan cuyy. Tapi ya gitu liburan kepanjangan malah jadi pertanyaan. 

" kok belum kuliah, ojo-ojo pengen rabi  ? ", siapa tu nanya

Aku sih, nggak tau mau jawab apa yaudah senyumin ajalah ya. Makan, tidur, nonton, main HP, nyapu, coba -coba resep menjadi rutinitas. Tapi sewaktu main HP aku dapet sesuatu, apakah itu ?


https://www.instagram.com/ki_bengkuluutara/?hl=id

Sebenarnya, aku tahu tentang kelas inspirasi sejak di Jogja, tapi ya udah daftar belum lulus aja. Dan ketika pulang ada Kelas inspirasi juga di Bengkulu Utara jadi excited gitu. Langsung daftar, padahal belum kerja tapi ya usaha aja ya siapa tau lulus lah. Sebenarnya kelas inspirasi ini di tujukan bagi yag sudah bekerja untuk menginspirasi adik-adik melalui profesinya. Dan teng tereng, sambil goyang-goyang aku diterima sebagai relawan pengajar, agak takut dikit tapi. 

H-2 acara panitia ngadain briefing untuk relawan, setelah dijelasin ternyata satu relawan dapet satu kelas, ketakutan sedang naik drastis. Seketika langsung mikir yang negatif aja, karena ekspektasi menggambarkan akan berpatner gitu jadi saling kerjasama. Trus gimana kalau udah masuk? Apa mau nangis ?. Kadang gitu ya keyakinan yang negatif akan ngebuat pikiran kita jadi negatif yang kemudian akan jadi perilaku ketakutan tadi. Soo kendalikan keyakinan anda.

foto briefing

Pulang briefing agak puyeng, inimah perilaku hasil dari keyakinan yang salah. Abis itu langsung googling cari materi yang cocok untuk menyampaikan calon profesiku, aminn. Bukan hanya googling tapi beberapa teman aku chat untuk mikir apa yang harus aku sampaikan ke adik-adik. Sampai malam baru terpikir, apa aku dongeng aja ya trus ceritanya tentang bulying. Tunggu, " aku belum pernah dongeng ", mikir lama liat orang dongeng diyutube , angguk-angguk serasa dah paham terpenting mah kudu wani. 

Setelah ketemu ide, ngantuk. Paginya baru eksekusi, nulis rundown kayak mau acara besar gitu. Acara kelas inspirasi bertempat di SDN 205 Bengkulu Utara tepatnya di Air skamanak, masih satu kecamatan dengan rumahku ya sangking anak rumahannya baru sekali aku kesini itupun 5 tahun yang lalu, maka dari itu ingatan akan desa ini udah burem.

Hari keberangkatanpun tiba, kami berkumpul di depan UNIB kemudian beramai-ramai dengan relawan yang lain menuju Bengkulu utara. Relawan kali ini bukan hanya berasal dari Bengkulu, namun Jakarta, Bandung, Lampung dan Medan dengan berbagai profesi yang ikut serta menjadi penyambung inspirasi. Setelah malam mempersiapakan semuanya lalu datang pagi, 

siapakah menjadi penyambung inspirasi?



Melihat ketertarikan adik-adik saat  kami datang, sepertinya keyakinanku ada yang salah. Wajah mereka tampak antusias yang ditunjukan dengan memberikan tangan mereka kepada kami dan bilang, 

" Selamat pagi kak, bu ", dengan senyum paripurna

 " Duh dek, senyum kalian buat kami adalah obat lelah dari segala kesah ", ujar kakak-kakak relawan yang sudah bekerja. 

Dilanjutkan dengan perkenalan, diteruskan menjadi penyambung inspirasi di kelas masing-masing. Aku dapat kelas 4A, yang anak-anaknya banyak laki-laki kukira kelas akan ribut ternyata tidakk. Ketua kelas mengkoordinir teman-temannya untuk duduk rapi, calon pelatih silat ujar teman-temannya. Setelah perkenalan dilanjutkan dengan dongengku,

gaya bak pendalang

Cita-cita mereka beragam mulai dari dokter, tentara, petugas PLN, guru, perawat, pembuat animasi dan yang paling mendominasi peatih silat SH karena silat menjadi budaya mereka. Tapi, belum ada yang bercita-cita seperti profesiku. Aku tidak ingin memilihkan cita-cita mereka hanya saja aku ingin mereka mempunyai mimpi tinggi dengan bercita-cita. 


aku dan mereka

Sebelum pulang, agar mimpi mereka terus dipadang aku berikan selayang surat impian. Aku katakan pada mereka bahwa surat ini harus di tempel di depan tempat tidur agar mimpimu tak pernah terlelap walau badanmu tertidur. Mungkin dengan ini orang tua mereka juga ikut mengetahui, mendukung dan tak lupa mendoakaan, karena restu ayah ibu itu tidak ada duanya.

surat impian

Berlanjut kemudian, eh aku mau kasi tahu. Ketakutan ku menurun mungkin karena dopaminku naik setelah bertemu mereka. Selajutnya menuju kelas 1, kalau inimah memang kudu ekstra ngomonginnya, sampai tenggorokanku sedikit serak-serak basah wkwk. Untuk memudahkan bercerita dengan mereka, aku duduk di lesehan dan mereka duduk di depanku dengan begitu aku bisa menyimpan suaraku.  Ternyata mereka antusias ngedengerin dongengku yang gitu,

Mau lihat wajah mereka ?
mereka heran sama mukaku wkwk

Emang bener kalau sama anak kelas bawah kudu sabar dan nggak itu aja tapi jangan sampai mereka bosen jadi buat sesuatau yang unik dan menarik perhatian mereka. Kayak nyanyi, ice breaking gitulah. Setelah menngsinpirasi di kelas selesai selanjutnya dengan workshop yang di isi oleh Kak Sigit, salah satu kakak Indonesia Mengajar di papua. 

Setelah matahari terik kami di suguhi musik dengkling dari masyarakat setempat. Ketika matahari mulai naik panitia mengadakan lomba agustusan untuk adik-adik karena temanya spesial hari kemerdekaan. Dari kakak Relawan pun ikut dalam lomba tersebut, jadi keinget SD dulu. Aku kebagian bawa balon di punggung dengan dua adik-adik. Sinar yang terik terkalahkan dengan keseruan kami.

Sudah gosong mau ngapain ?, tunggu, pas matahari di ubun-ubun murid-murid " peluk guru " sebagai tanda cinta mereka, karena dengan kelekatan antara murid dan guru akan ada chemistry dalam mengajar dan menerima ilmu. 

dilanjutkan dengan berjoget, 


Dan, terimakasih telah memberikan kesempatan pada Mahasiswa ini. Semoga dengan kita menjadi penyambung inspirasi kepada adik-adik nantinya mereka akan mempunyai mimpi tinggi seperti kami. Memang tidak salah, Kelas inspirasi buat ketagihan sepertinya karena menurunkan kortisol dan menaikkan dopamin, udah macam Napza aja.
Tak ada manusia yang lebih baik, selain berguna pada orang lain. Mengajar bukan hanya kewajiban seorang guru, namun kewajiban mereka yang berpendidikan, salam inspirasi.


jangan tanya apa yang negara berikan padamu,
tapi
 tanyalah kedirimu apa yang sudah kau berikan pada negaramu

OH, iya Kelas inspirasi ada di hampir seluruh Indonesia. Jadi jika kalian ingin mengikuti kelas inspirasi yang dekat dengan kotamu bisa follow https://www.instagram.com/kelasinspirasi.id/?hl=id untuk tahu lebih lanjuttt...




















Comments

  1. masyaallah...mba putri keren euy, kegiatannya bakal membekas banget diingatan anak2..
    inspiring ^^

    salam kenal ya dari aku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal kembali mbak,padahal dulu ustazah di smpit sekarang jadi temen di blog euyy heheh

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mencari tahu kelebihan sebagai Kekuatan

ZERO WASTE CHALENGGE , dimulai dari dirimu

Hidup bahagia ? kurangin yang nggak penting