14 hari BERSAMA Jogja

Cerita ini dimulai dari #yogyakartabercerita. Mengingat dulu yang pernah terjadi seperti membuat cekungan bibir makin lebar, ada kalanya kelepasan. Dulu, Jogja hanya aku jadikan tempat untuk singgah melihat cagar budaya, Borobudur terkenalnya. Mencicipi keramaian Malioboro hingga membeli pernak-pernik di sepanjang trotoarnya. Lalu, ternganga melihat pengamen dengan atribut dan alat main yang unik. Ya hanya selewat itu, kalau kalian bagaimana ?

Untuk kedua kalinya diterbangkan lagi, niatnya ingin bermukim menjadi mahasiswa di salah satu universitas Jogja, sebut saja UGM. Cerita inilah yang kubuatkan spesial untuk mengingat satu tahun lalu.

#ybchari01

Mengapa Jogja?
Mengawali #yogyakartabercerita aku ingin membawa kepada cerita setahun silam. Waktu dimana anak SMA galau.

Menjadi salah satu orang yang ikutan galau. " nanti kuliah dmna ", riweuh tes sana dan sini. Kami bertiga, aku, dia dan kamu. Anak Bengkulu yang tiba-tiba hilang dari peta (bengkulu dmna) Mencoba menaklukan Jawa. Behhh

Kami, menyiapkan segala keperluan termasuk pencarian penginapan. Seharian kita mengupayakan, berbekal nasi goreng depan kos-kosan bermaksud mengganjal.

Pengupayaan, telah berlalu.Saatnya tau ada apa di Jogja itu.Ngaglik, ubin begitu adem maaf jika buang angin menjadi kelepasan. Omah tita dan pak kos, maaf telah kami paksa untuk menerima walaupun belum dibuka. Gazebo atas, tempat merayakan nasi goreng lalu mengatakan " apodio idak pede ". Kamar panjang, maaf suara kami yang kebablasan sering mengagetkan.

Orang Jogja yang begitu ramah saat kami bertanya, tapi maaf kami belum mengerti lor, kidul selatan ataupun barat (lalu, bertanya pada maps). Mamang grab, selalu menjadi orang yang pertama kami kenal dengan keramahan, sampai malu kalau tidak ramah juga. Seven 7 dan alfamart terima kasih telah membuat kami terbalik masuk, " maaf mbak ini bukan alfamart ". Terakhir mbak indomaret, " selamat datang di indm " dengan aksen jogja. Mampu menghalau dari rindu rumah.

Bukan hanya itu beberapa hari di Jogja, temanku bisa memadu kisah dengan abang-abang. Berkat itu kami bisa mencicipi coklat alun-alun.

Dan, akhirnya. " sekali ke jogja akan ada kedua, ketiga alasan kembali "
Apa kalian tidak ingin menenggok kembali?
Tenang, yang rindu boleh ikutan #yogyakartabercerita. Konon katanya menulis juga terapi menumpahkan segala rindu. 

Ngeliat komen kalian, sepertinya " SEKALI KEJOGJA, AKAN ADA KEDUA UNTUK KEMBALI " telah mensugesti kembali dan bertemu aku.

#ybchari02
Dari jogja berhati nyaman
Untuk kita yang baru datang.

Sekali lagi yang harus kita pikiran jika hendak bertamu, benar tamu ibarat raja namun bukan berarti seenaknya saja.

Kita yang baru datang dari warna yang berbeda. Berharap akan ikutan nyaman dengan slogan Jogja, bukannya buat resah maupun gelisah.

Kita datang kepada Jogja, sadar akan ilmu serta kondisi daerah kita, menitahkan kaki ke Jogja berharap ada senja cemerlang ketika pulang.

Lalu, masih terpikirkan kita datang hanya mencari tempat ring tinju, lalu beradu ?
Saya teringat perkataan Sultan " dimanapun kamu berasal tak perlu jadi orang Jogja maupun Jawa, namun jadilah orang dimanapun kamu berasal dengan laku kesopanan yang kamu bawa"

Untuk kita yang baru datang dengan berbagai warna, tak perlu mencari warna apa yang indah. Karena pelangi tak terjadi dari satu warna saja.

Salam yang baru datang,
Semoga terpatri cinta di kota berhati nyaman.

Menulis ini dengan sadar. Jogja menjadi pilihan favorite dari seluruh daerah, namun masih sering kali menjadikan sebagai  ring tinju lalu beradu. Ayolah, tegakkan sandaran kursi, lipat meja dan kita akan terbang di antara pelangi.

#ybchari03

Jogja dan warmindo, aku dan siapa ?

Hampir disetiap kawasan kampus di Jogja, terpampang baner dengan tulisan " warmindo " atau nama panjangnya warung indomie.

Warung ini lumayan eksis dikalangan mahasiswa dari kelas manapun, iyalah kelas A, B dst boleh makan asal punya uang wkwk. Siapa yang tak suka mie coba ?

Uniknya mie di warmindo di sajikan dalam berbagai macam campuran seperti magelangan, yang kukira mie dari Magelang eh ternyata mie goreng + nasi goreng. Kok bisa ? Suka-suka yang buatlah wkwk

Mie dok-dok, apa coba ? Mie di ketuk-ketuk ? Itu pintu, layaknya mi rebus dicampur telur dikasi sayur sawi disebut mie dok-dok, heran dan pasti bilang " buat di rumah juga bisa " tunggu, rasanya memang beda kalau kata temenku mereka pakai bumbu rahasia abang wkwk.

Udah, gitu aja. Eh mau nanya bedanya burjo dan warmindo kok jualnya sama-sama indomie? Indomie seleraku, selera Indonesia

Kehabisan ide, mulailah terpikir saat temenku ngobrolin soal warmindo. Tapi, aku tidak punya foto yang elok di warmindo, alhasil nyomot google. Tapi sampai sekarang belum ada yang menjelaskan asal usulnya, apakah aku harus menjadi warga Jogja ? ahah

#ybchari04


pantai ngrumput, Gunung kidul
pantai grumput, GK
Dan aku kembali mengganguk, seolah mengerti, nyatanya? " tambah bingung "
Dengan anggukan cepat, seolah tertangkap, nyatanya? " ingin cepat-cepat "

Sedari itu, aku dikembalikan lagi kekota ini ! Namun, hari ini aku ingin mengerti bahwa utara gunung merapi dan selatan parang tritis dan lagi lagi soal arah matahari.

Dengan itu, jika tersesat di hutan yang lebat. Aku tahu arah mana aku pulang kembali.

Loc : Pantai ngrumput, Gunung kidul

#ybchari05

Bagaimana oktober ?

Sejak 3 hari yang lalu Jogja jadi panas, iya tidak?
Rasanya matahari tepat di atas ubun-ubun, membuat lelah jadi leleh. Biasanya, bertumpuk-tumpuk tak jadi masalah kalau adem kalau panas sedikit pun jadi cercahan. 
Begitu berpengaruhnya cuaca alam dan suasana jiwa. Sedang panas malam ini lalu di beranda google muncul, ada penelaah cuaca, siapa lagi kalau bukan BMKG.

Setelah load, tertulis Jogja panas karena sedang ada yang ? Ingin dingin wkwk.

Begini penjelasan BMKG, kondisi panas saat ini terjadi karena posisi semula matahari Bulan September lalu berada di kisaran equator.

Hal itu menyebabkan wilayah Indonesia mendapat banyak curahan matahari. Sedangkan pada Oktober, pergerakan posisi matahari semu bergerak ke bagian selatan equator. Hal itu menyebabkan wilayah Yogyakarta yang berada di selatan equator akan mendapatkan curahan matahari yang lebih besar lagi.

Sambil berkipas-kipas layaknya sedang kondangan dan mendendangkan hiburan, nyatanya hanya berkipas dengan kertas serta mendendangkan jurnal puluhan.

Intinya, jogja memasuki pancaroba. Pesannya jaga kesehatanmu, karena cuaca sedang berubah ubah agar suasana hati tetap stay calm.
Ditutup dengan,
" mens sana in corpore sano "
Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat "

Ceritanya curhat, kasur jadi panas tembok jadi anget, kalau kipas jadi penenang ditengah kepanasan.

#ybchari06

( You ) gyakarta

Masih yang dulu, masih yang lama dan masih yang terpendam dalam jelaga.

Masih yang sama dalam beda pemikiran, namun masih saja kembali bercerita.

Masih yang begitu, mulai dengan
" hai, apa kabar "

Bukan, tidak.
Semuanya biarlah terapat dalam jelaga, semakin pekat makin tak terlihat. Ada saat kita hembus bersama. Bukan yang cepat yang bahagia bukan juga yang lama tidak bahagia, semua ada masanya.
Dan lagi, biarlah termaktub hamba dan tuhannya.

Yang masih dulu bukan berarti yang sudah usang. 


Sedang ingat siapa ya ? hais jadi kepo, ngomong sama tembok.

#ybchari07

Ke jogja? Jangan hanya mallnya saja namun tengok budayanya, begitu kira-kira kata mbak @alovelypaw.

Siapa kira, salah satu pertokoan di jalan Malioboro masih menggunakan cara dan alat lama. Namanya toko kuwe djoen, diolah secara turun temurun dari zaman kolonial hingga sekarang masih menyatu dengan keadaan.

Seperti, yang terlihat di foto. Beberapa waktu lalu saya pernah ikut @malamuseummenguak salah satu kampung yang berhubungan dengan masa kolonial, kampung ketandan. Kemudian mengitari kampung, menceritakan hubungan tionghoa dan kepatihan hingga membahas apa itu malioboro, iconik jogja.

Hingga, diizinkan melihat pembuatan kuwe yang masih menggunakan alat dan cara lama. Tungkunya pun masih menggunakan bara api.

Selamat bertambah usia Jogja, semoga tetap menjadi kota yang ramah budaya yang arif.

Maaf menuntut ramah, tapi yang baru datang tak mau ramah


Pas ulang tahun Jogja, sumpah banyak acara keren di Jogja. Kalau ke Jogja jangan ke mallnya saja ya.

#Ybchari08

Apa benar jogja seromantis yang dikisahkan?

Mungkin, meneguk ronde dan mengunyah kacang di pelataran alun-alun dengan yang kau sayang ?

Atau,
Bergandengan tangan, layaknya pasangan muda yang baru jadian, di malioboro ?

Atau Mungkin,
Duduk berdua menonton ramayana, meminjam pundak menutupi takut padahal tak ada yang menakutkan?

Oh, jangan-jangan
Janji ini yang kau bilang romantis
" kuliah baik-baik, kita bertemu setelah bertoga bersama "

Belum sempat terjawab kau sudah melangkah, menuju koridor stasiun, melambaikan tangan lalu tak terlihat sebab dipenuhi lalu lalang, mungkin sampai sekarang ?
Iya, sampai sekarang aku yang masih menanyakan seraya berguman
" sayangnya aku hanya jangan-jangan, yang tak bisa dipertanyakan? "


sepertinya terbanyak yang komen, mulai dari yang tidak setuju ataupun yang setuju. Benar, tempat itu hanya kau yang tau, akupun belum juga menemukan keromantisannya.

#ybchari09

Teringat mie acong,

Kukira aku tak menemukan sejenis pangsit basah, capcay, pangsit goreng dan sajian yang baru di masak ketika dipesan.

Ternyata, sajian tersebut melimpah di Jogja hanya beda nama, bener. 
Kalau, di Bengkulu pangsit basah disini bakmi kuah, 
Jika, di Jogja ayam rica-rica di Bengkulu masih dengan capcay namanya walaupun dominan sayur. Beda dengan rica-rica.

Cara masaknya mirip, kokinya bak akrobatik lihai menggoyang-goyang wajan yang punya pegangan kayu. Bedanya Jogja pakai tungku api, mungkin untuk menjaga cita rasa ya. Jika di Bengkulu memilih praktis pakai kompor gas.

Waktunya sama, ketika sore tiba mereka baru buka lapak. 
Lalu, bedanya masih ada. 
Mie acong " mas, pedes ya ",
Emang pedes banget
Di Jogja " mas, pedes ya "
Emang gitu ya, pedesnya dikit
Apa karena aku nggak bilang, pedes pedes pedes pedes ?

Bakmi jowo, hampir disetiap warung tenda malam. Banyak di pinggiran jalan, menyediakan tikar jika ingin duduk lesehan, menawarkan semangkuk kehangatan lalu buat keakraban antar yang melingkar. 


Ceritanya, punan mie acong. Kemudian malemnya diajak temen beli nasi goreng, jualannya mirip sama acong. Dulu waktu di Bengkulu, setiap laper sama pusing pulag dari sekolah, mie acong jadi tujuan.

#YBCHARI10

Malam tahun baru yang lalu

Ramai ya, sambil mengintip dari celah-celah besi yang menutupi tempat jemuran kosan.

Iya, kami berdua tidak keluar kosan untuk menuju keramaian. Seperti alun-alun, nol km maupun seven sky tepat di foto itu.

Malam itu juga sapen dan sekitarnya mendadak hening, bahkan penjual makanan tidak ada yang buka. Setelah berkeliling ada satu burjo yang buka, padahal menghindari minyak karena sedang batuk. "nggak papa beli nasi goreng aja, abis itu langsung minum o#h, penetralisir wkwk " celetuknya serasa menahan tawa
" rasanya pengen ku jitk kamu " masih dengan uhuk uhuk
---------
Kau tau knpa? Kami sedang dikejar deadline 😂, percaya?

Namun, perangkat ketik yang sedari tadi di depan mata. Tak sampai 1 kalimat terbentuk. Buat kami terkantuk.

Jam 12 an kami terbangun, suara di luar ramai. Mendadak ingin tahu, tapi tidak bisa keluar gerbang. Inisiasi kami melihat dari tempat jemuran. Langit di penuhi kembang api dengan segala kegirangan yang melepaskan. 
Dengan percaya, kami juga ikut menggunakan moment ini untuk serangkaian pencapaian tahun depan, lalu saat ini detik-detik akan tiba kembali. 
Apa kabar pencapaian?


Ini sebagai remember, bentar lagi tutup tahun. 


#ybchari11

Surat yang mengudara lewat mulut yang menganga, sampaikan salamku pada teman kecilku di sebrang sana.

Tidak terasa kita sudah besar Dim, mainan kita bukan sepeda spiderman maupun batman. Iya, mainanku juga harus serba man supaya bisa diadu dengan mainanmu.

Tetangga kita bukan lagi ipul, yang setiap hari datang kerumah lalu beradu denganmu tapi aku yang tersedu.

Minuman kita bukan lagi dancow, variant vanilla atau coklat yang setiap hari harus kita teguk supaya dapet saku.

Aku juga tidak harus menunggumu di sudut sekolah dan kamu tidak harus memboncengku kerumah. 
Santapan kita pagi ini, rasanya juga beda. Bukan sepiring masakan ibunda
Lebih tepatny, masakan warung.

Dan, kali ini kita sudah tumbuh dewasa dengan anggan untuk orangtua.

Teman kecilku, telah dewasa dengan badan yang legam. Tetap menjadi teman kecil yang akan menjagaku sampai tua.


Ceritanya, ybc ngadain chalengge berkirim surat lewat caption. Kukirimkan spesial untuk teman kecil yang akan menjagaku sampai kapankun.

#ybchari12

Surat. Termuat dalam mulut yang mengudara, terbait pada Tuhannya.

Kamu, seseorang yang sudah kuceritakan pada lembaran lalu. Tentang perkataanmu yang belum sempat ku tanggapi,

Kau tau waktu itu ? Pikiranku sedang melalang buana, mencari jawaban dari
" kapan bertemu lagi "

Sadarku terlewatkan, rupanya kau yang menjawab
" kita akan bertemu setelah bertoga bersama ". Terlewat itu, kau sudah lalu perkataanmu pun begitu.
Terlalu cepat, meyakinkan ketidaksadaranku.

Lalu, juni sudah terlewat. Namun, desember belum melewat. Akankah, ada stasiun tugu yang kembali yang menarikmu? 
Atau, stasiun gubeg yang menarikku?

Cerita ini hanya fiktik belaka, apabila ada kesamaan perasaan mohon disampaikan.


Ini merupakan kelanjutan dari kisah beberapa lembar kemarin yang mencoba ku syahdukan kembali.

#ybchari13

Selama di Jogja baru kali ini aku berfoto di tempat yang bertuliskan Malioboro. Dengan adikku.

Tongkat ijo bertuliskan malioboro tersebut berada di ruas jalan malioboro, klau tidak salah ada 3 titik. Fotonya perjuangan meredam emosi, setelah beberapa menit antri malah diserobot segerombolan muda-mudi. Oh asertiveness sebenarnya hal ini yang harus di ajarkan pada kami.

Namun, juga penuh tawa. Di promosiin mas-mas jual milkshake yang menggunakan kalimat-kalimat gombal,
" aku suka yang coklat sih, manis. Kayak kamu "

Yang pada akhirnya kami tak membelinya juga. Maaf mas
...
Lewat dari tempat bernama malioboro, apakah kalian tau apa artinya?
Dalam bahasa sansekerta malioboro berasal dari kata " malyabhara " yang berarti karangan atau untaian bunga.

Hikmahnya, kalau ingin foto di sana mengantrelah. Tiangnya tetap disitu nggak pindah ke langit tujuh

Disamperin anak SMA yang lagi study tour, dapetnya moment kayak gini.

#ybchari14

Untuk pertemuaan, kita harus bertemu stasiun dulu. Ternyata perpisahanpun begitu, harus bertemu stasiun kembali.

Awal kita tahu karena #yogyakartabercerita#ybchari01. Kenalnya, saling follow saja. 14 hari waktu yang terlalu cepat untuk menghabiskan kenangan kita semua.

Lalu, untuk sebuah pertemuan.
Marilah kita bertemu dengan nyata, saling tatap muka, bersuka ria.

Hari ini minggu, hari terakhir aku upload foto dan caption macam koran. Aku senang, jika kalian senang dengan membaca yang ku tintakan.

Semoga sebuah pertemuan yang beberapa menit akan datang. Menjadi pertemuan yang makin romantis, sebab di sugguhi cerita keromatisan dari wajah-wajah yang 

Diakhiri dengan pertemuan, 4 JAM bukan cukup waktu untuk saling memberi tahu. Namun sudah mengena dalam diriku. Semoga bait-bait kata yang kita torehkan akan menjadi ladang. terimakasih yang telah membuatku menganga kembali " menulis, ya tulis aja. fEEDBACK, urusan belakang ". DIAKHIRI DENGAN PERJUMPAAN.

Comments

Popular posts from this blog

ZERO WASTE CHALENGGE , dimulai dari dirimu

Mencari tahu kelebihan sebagai Kekuatan

Hidup bahagia ? kurangin yang nggak penting