Hidup bahagia ? kurangin yang nggak penting

Seringkali kita menganggap bahwa kebahagiaan adalah, mendapatkan dengan membeli apa yang kita inginkan. Sering tidak, saat kita belanja bulanan di pusat perbelanjaan. Mata kita menoleh-noleh barang yang sesungguhnya tidak kita butuhkan, lalu tangan kita mengambil dan memasukkan kedalam kantong belajaan. Kau tau selanjutnya ? dompet kita tersisa pedang panjang yang siap menghunus akhir bulan.

Kok bisa ya kita membeli barang-barang yang nggak kita butuhin ? Dalam mediaindonesia.com, Menurut psikolog Prof Dr Dadang Hawari, gaya hidup manusia yang semakin konsumtif karena dipicu dan dibangun dari kecenderungan globalisasi. Strategi pemasaran yang kian berani juga mendorong orang untuk membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Noh, kita mudah sekali termakan iklan.

Semakin kita penuhi, rasa ingin berbelanja barang-barang yang sejatinya tidak kita butuhkan. Kita hanya akan membangun gudang sampah di  rumah kita. Lalu kita bingung dimana lagi barang tersebut ditaruh kemudian kita juga akan menyesal mengapa membeli barang-barang tersebut. Lalu apakah masih terpuaskan jika barang tersebut hanya dipakai satu kali atau bahkan tidak dipakai sama sekali ?

Untuk itu perlunya " hidup minimalis "  hidup yang lebih bahagia dan berarti. Dalam podcast iqbal hariadi (https://soundcloud.com/iqbalhariadi), ia menuturkan bahwa ada 7 cara dalam menempuh hidup minimalis.


pinterst


1. Mulai dari hal terdekat kita, tempe hitam.
Apa lagi jika bukan handphone. Dengan cara menghapus aplikasi yang jarang dipakai dan matikan notifikasi. Supaya aplikasi tersebut tidak menumpuk di handphone anda.

2. Kurangi scrooling
 Kurangi Scrooling yang berlebihan apalagi yang tidak perlu, kasian otak kita harus berpindah dari satu informasi ke informasi yang lain tanpa jeda. Bagaimana cara mengurangi scrool ? tidak perlu punya handphone ? ya tidak bisa donk, lalu ? Kita juga berhak unfollow akun-akun yang postingannya nggak bernilai baik buat kita. Atau jika begitu, tidak perlu memfollow akun-akun tersebut. 
Seperti kata fiersa besari

" Tidak perlu meminta orang untuk follow akun kita, karena belum tentu mereka menyukai postingan kita, begitupun sebaliknya. Orang juga tidak berhak meminta kita untuk mengikuti akun nya jika kita tidak menyukainya "

3. Kontrol pertemanan
Seperti kata hadist " jika kita berteman dengan pandai besi maka kita bau asap, tapi jika dengan penjual parfum maka kita kebagian wanginya ". Hal ini bisa kita lakukan dengan mengurangi grup Whatsapp yang tidak penting.

4. Kurangi makan,
Buka berarti tidak boleh makan. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, seperti kebanyakan makan akan membuat kita mudah mengantuk.

5. Kurangi pakaian.
Ini nih yang sering ngebuat lemari kita khususnya wanita sampai tidak muat. Sering kali setiap ada diskon, walaupun kita tidak butuh pakaian tersebut lalu kita membelinya maka akan membuat gudang pada lemari kita. Disarankan untuk membaca bukunya Marie Konde " the life-changing magic of tidying up " jadi dalam buku tersebut dijelaskan bagaimana menata diri kita dan barang yang ada di rumah kita. Mengurangi pakaian ini juga bisa dilakukan dengan mengadakan preloved ataupun bazar pakaian bekas. Bisa juga lewat 

            ktbs.in/sumbanginkitabisa

6. Kurangi belanja
Ubah pola pikir. Dengan membeli barang yang kita inginkan tetapi tidak kita butuhkan bukan berarti kita ka bahagia. Menurut Dave Bruno,
 " Ia menyadari impian hidup tidak akan tercapai dengan mengumpulkan barang. Malah ambisi mendapatkan barangbarang membuat hal penting dalam hidup terlewati "

7. Kurangi komplain, cari solving dan perjuangin.


edit by canva




Comments

Popular posts from this blog

Mencari tahu kelebihan sebagai Kekuatan

ZERO WASTE CHALENGGE , dimulai dari dirimu