Jangan nikah hanya karena,



pinterest

Sosial media semakin hingar bingar dalam menyuguhkan informasi. Tak sedikit pemikiran kita terpengaruhi oleh pemberitaan tersebut. Semuanya bisa diakses di layar kaca. Peran para artis muda atau yang terkenal dengan instagramable dan youtuber mewarnai kancah sosial media di Indonesia. Tak sedikit dari mereka yang memposting kisah kasih dengan pasangannya yang berujung pada indahnya hubungan " pernikahan" banyak dari mereka yang menyuguhkan indahnya menikah. Para netijen banyak yang terbaper-baper melihat bahagianya pasangan tersebut, apalagi jika ditambah dengan mumetnya laporan dan tugas. Muncul keinginan, " nikah aja yuk" atau " kapan aku kayak mereka ?"

Namun, dibalik mempertanyakan kapan. Ada banyak yang harus dipersiapkan bukan hanya finansial namun juga mental. Dalam sudut pandang ilmu kedokteran yang merujuk pada BKKBN tentang UU pernikahan bahwa usia yang ideal, 25 tahun untuk laki-laki dan 21 tahun untuk perempuan. Kamu sudah masuk kriteria umur menikah ideal  ?. Kalau sudah, tunggu masih banyak yang harus dipersiapkan. 

Pernikahan itu apa ? hidup bersama dalam perbedaan. Memang begitu bukan, jika laki-laki lebih ditekankan pada otak kiri dan bersifat rasional berbeda dengan perempuan yang berlebihan pada otak kanan akan hal yang berbau intuitif (perasaan). Melengkapi ataupun menambahkan yang ganjil bisa juga membangun. 

Seminar-seminar pranikah menurut saya perlu lebih digencarkan pada mahasiswa khususnya. Bukan mendorong untuk nikah muda, alih-alih seminar tersebut untuk memberikan informasi bahwa pernikahan bukan hanya bahagianya saja seperti yang mereka lihat di sosial media. Namun, memasuki hutan belantara dengan seorang yang baru. Ada banyak yang harus dipersiapkan dari pada galau-galau dan baper ketika melihat idola menikah. Yuk mempersiapkan, 

Menurut dr. Dicky dalam seminar tersebut di paparkan beberapa hal yang harus dipersiapakan sebelum jenjang pernikahan dilihat dalam sudut pandang ilmu kedokteran. Sebagai berikut, 

1. Sehat fisik
Dalam pernikahan ada komiteman antara pasangan. Salah satunya, mendapatkan keturunan. Untuk itu sebelum memasuki jenjang tersebut, sebagai seorang perempuan dan laki-laki untuk menjaga sistem reproduksi masing-masing. Dimulai dengan membersihkan dan menjaga.

2. Sehat Mental
Telah dijelaskan bahwa pernikahan seperti memasuki hutan belantara dengan orang baru. Bagaimana mental kita dalam memasuki kehidupan baru, siapkah ?
Menurut Bu Diah seorang psikolog. Beliau memaparkan bahwa jauh sebelum kita mencintai orang lain kita harus memulai dangan mencintai dan merawat diri terlebih dahulu. Dimulai dengan Inside out

a.       Hentikan outside in
       Kenali diri anda seaslinya. Mengendalikan keyakinan atau persepsi atas yang terjadi diluar.
b.      Selaraskan untuk hidup disini, sekarang dan saat ini pada tubuh, pikiran dan perasaan. Terlalu            cepat menilai orang dari sekali bertemu, sehingga akan mempersulit kita mendapatkan pasangan.        Memaafkan masa lalu untuk hidup disini saat ini dan sekarang. Tipsnya, perbanyak teman untuk          melihat teman yang tulus atau modus.
c.     Persiapakan menikah sejak pubertas dengan merawat diri untuk perempuan bisa belajar dari                kebersihan organ reproduksi, kamar tidur sendiri.
d.     Menyadari ekspresi wajah, energy negative bisa menyebar. Jadi sehat fisik untuk sehat. Setiap            pagi bisa latihan senyum, untuk sehari yang cerah.

  Self compassion

Relaksasi, “ belajar menumbuhkan cinta “
Mengenali diri dengan merasakan tubuh, pikiran dan perasaan. Untuk kemudian mengenali apa yang diberikan tuhan terhadap diri kita sebagai cinta tak bersyarat.


3. Sehat Sosial
Mempersiapkan finansial untuk kedepan. Untuk itu perlu membuat perecanaan bagaimana masalah keuangan kedepan. Memasuki revolusi industri, persaingan semakin hebat. Bukan yang pintar namun yang bisa melihat peluang. 


Menikah adalah satu kata penuh rencana, bukan hanya soal menemukan pasangan. Namun menempuh hidup baru, apakah kita akan sanggup menghadapinya ?. Maka jika jalan kedepan itu jauh, bersiaplah.
-Ibu Diana- 


Comments

Popular posts from this blog

Mencari tahu kelebihan sebagai Kekuatan

ZERO WASTE CHALENGGE , dimulai dari dirimu

Hidup bahagia ? kurangin yang nggak penting