Ada apa di Museum Sandi ?


Ada apa di Museum Sandi ?

Sabtu pagi, tarikan magnet terasa kuat untuk menempel di atas kasur. Badan terasa  lentur menyentuh kasur. Dan lagi-lagi dibarengi dengan asik memegang gadget, sudah ditebak mata akan terbelalak walaupun tubuh masih di kasur pikiran sudah melanglang buana. Seringkali jadi lupa bahwa pagi akan mengutuk jadi siang. Menengok jam seketika membangunkan badan. Teringat jam 09.00 harus ke Museum Sandi untuk wawancara. Heu, dimana ya Museum Sandi ? Serahkan pada ojek online.

Ada yang tahu dimana Museum Sandi ? ya, ternyata museum tersebut terletak di daerah Kota Baru. Lebih mudahnya di belakang Mcd Sudirman. Untuk masuk ke museum tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Sukakan yang gratisan ?. Jam buka museum dimulai dari hari Senin-Jumat jam 08.00-16.00 dan untuk hari Sabtu-Minggu buka pukul 08.00-15.00.

Gaes, kalian pernah mendengar bahwa ada Museum Sandi di Jogja ? jujur kalau aku sih baru hari itu tahu kalau ada museum tersebut. Nah sebenarnya ada apa aja sih di museum itu ? Oke aku akan ceritain pengalamanku ketika masuk ke museum tersebut. 
Jadi di Museum Sandi ada apa ?
tampak depan 

Mendengar museum apa yang ada di pikiran kalian ? kuno, barang antic, zaman dulu kurang menarik dan lawas. Tidak ada yang salah bukan ? itu streotipe yang masih melekat pada pemikiran kita. Namun Museum Sandi merupakan salah satu museum yang telah berubah mengikuti perubahan zaman, dengan merangkul berbagai kalangan dan komunitas untuk membentuk identitas bangsa melalui jalur digital. Salah satunya dengan adanya akun digital seperi Instagram, website museum yang akan memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi dari museum tersebut.

Jadi, ketika masuk ke dalam museum akan ada meja lobi. Kita bisa menuliskan buku kunjungan. Nah sebelum kita menjelajah, ada souvernir sekaligus penjelasan mengenai penggunaan sandi Caesar. Mau tau cara menggunakan sandi Caesar ? langsung saja datang ke museum.

sandi caesar versi souvernir

Nah setelah itu kita bisa masuk keruangan pertama,
1.       Ruang intro

sandi caesar

Tettttt, back to intro. Nah di ruang intro ini kita bisa duduk sembari menikmati tayangan film yang telah diputar pihak museum. Semacam bioskop mini. Dilanjutkan dengan melihat sandi Caesar yang lebih besar dan berbagai macam bentuk. Mudahnya kita bisa melihat langsung sandi tersebut sekaligus membaca deskripsi singkat mengenai sandi tersebut. Nah kita tinggal mengikuti setapak yang akan mengarahkan kita kepada ruangan selanjutnya.

2.      Ruang agresi

perundingan pada saat PDRI

Nah yang kedua ini ada ruang agresi. Terdengar sering merapat di telinga kita, “ agresi militer I dan II, iya tidak ?” ruangan ini disertai patung tokoh yang menjadi presiden semetara pada PDRI di Sumatra Barat, ada yang ingat siapa yang menjadi presiden sementara ?. Diruaang agresi kita bisa bersalaman langsung dengan beliau, eh dengan pantungnya saja hehe.

3.      Market dukuh

Replika Rumah Sandi

Setapak kaki akan membawa kita ke market dukuh. Ruangan ini menurutku menarik karena dibangun sebagai replica rumah sandi. Dindingnya terbuat dari ayaman bambu dan menggunakan lampu petromak untuk penerangan. Masuk ruangan ini serasa kembali pada zaman dulu yang masih memakai lampu sumbu atau petromak yang digantung dilangit-langit rumah. Kalian ngerasain pakai lampu itu nggak ?. Rumah Sandi ini digunakan oleh Letnan Satu Sumarkidjo untuk kegiatan penyandian. Ada yang tahu rumah sandi yang sebenarnya dimana ?, di Kulon Progo tepatnya di Dusun Dukuh, Desa Purwoharjo. Kira-kira rumahnya masih ada nggak ya ? Jika saja rumah tersebut dulu diketahui Belanda bisa jadi kemerdekaan yang telah diraih akan direbut kembali. Dan kita ?

ikuti setapak ini
         
           Ruang nusantara
Dalam ruangan ini terdapat radio lama yang digunakan untuk kegiatan penyandian yag berada pada saat pemerintahan sementara di Sumatra Barat. Ada sepeda ontel, ruang makan yang terdiri dari meja dan kursi yang masih asli diambil dari Dusun Dukuh beserta lampu zaman dulu. Dan ada juga replikas bangunan stasiun radio. Selain itu ada juga beberapa mesin sandi dari tahun ketahun.

Selesai pada bagian bawah, kita bisa naik tangga untuk melihat apa saja yang ada di atas. Sebelum keatas kita bisa duduk sambil bermain mainan tradisional yang disiapkan dibawah tangga ada dakon dll sembari melepas lelah. Sebenarnya tidak akan lelah karena ruangan yang tak begitu besar. Namun bukan berarti panas, karena setiap ruangan di lengkapi AC (beneran bukan pajangan).

naik-naik ke lantai dua 

Menaiki tangga kayu, akan sampai pada ruangan yang berisi tokoh-tokoh pemimpin yang terlibat dalam penyandian di Indonesia. Ada siapa saja ? Dari seorang dokter ahli radiologi beserta alat yang digunakan dan tidak pula pangkat-pangkatnya. Selain itu juga disertakan surat menyurat persandian pada zaman dulu. Jalan setapak akan membawa kita kemana ? selanjutnya ADA APA ?


5.      Ruang sandi global
Ada sebuah monument tugu yang menjulang. Eh replica maksudnya. Ada yang tahu Monumen Sanapati ? monument tersebut sebagai pengingat mengenai persandian. Ada sebuah kalimat  pengingat dari dr. Roebiono Kertopati ingatlah bahwa

monumen sanapati

 kechilafan satu orang sahaja tjukup sudah menjebabkan keruntuhan Negara 

Dilengkapi dengan brangkas-brangkas zaman dulu. Lalu selanjutnya kita main-main di ruang…

mesin sandi

Ruang edukasi
Bisa apa ? bisa coba semaphore sambil mengingat zaman pramuka dulu, iya nggak ? nah yang menarik ada computer yang kita bisa mengakses dan mempelajari mengenai dunia persandian dan kriptografi yang disebut ilmu untuk mempelajari tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan kerahasiaan. Ada gamesnya juga, tentang apa ? ya tentang persandianlah. Jadi seperti mengasah otak juga, mencoba beberapa kali namun gagal lagi. Emang nggak paham sih, laper sudah siang hehe.



Dan terpenting, kita bisa menuliskan keresahan maupun kebahagian kita kepada papan saran yang tertempel warna-warni. Sekian pengalaman aku mengenai perjalanan berkunjung ke Museum Sandi yang awalnya tidak terencana malah jadi nyatanya aku tahu. Kalian mau tahu tentang sandi Caesar mau dapetin souvernir ? datang donk ke museumnya wkwk.

sekarang untuk mempertahankan kemerdekaan tak lagi dengan merengang maupun perang, cukup lakukan hal kecil  mempelajari peninggalan untuk membangun identitas bangsa agar ikut merasakan perjuangan 

Salam museum. Museum dihatiku.

contact person :



                                

Comments

Popular posts from this blog

Mencari tahu kelebihan sebagai Kekuatan

ZERO WASTE CHALENGGE , dimulai dari dirimu

Hidup bahagia ? kurangin yang nggak penting