teman mimpi


Teman mimpi


Pagi itu masih dingin, terdengar perdebatan antar dua orang perempuan dari lubang dapur. Saling melempar tanya, juga saling melempar jawab. Udara makin panas, begitupun perdebatan antar keduanya. Terdengar suara ketukan kaki menjauh dari lubang dapur, hening  lalu saling mengerjakan tugas sendiri. Tak ada tatapan mata antar keduany, melirik-lirik supaya tak ketahuan bila memang sedang melirik.

            Terdiam, saling, hening, pecah tawa
            Sudah tak kuat dengan polesan masker yang membuat mereka berdua sulit tertawa

Aku memanggilmu ibu, teman untuk melempar jawab dan tanya
Pada setiap mimpi tinggi yang kuangan, ada lintasan ceritamu
Betapa beruntungnya aku, mempunyai sosok ibu dengan ceritanya

Kau ceritakan mimpimu dulu, mimpi yang kusebut nyata
Pada setiap jejak miniatur Bengkulu dan Jawa
Kau pernah menyinggahkan kaki di tempat tetangga
Malaysia, tempat yang paling banyak tergambar pada lipatan lensa
Di sana ada ketangguhan bukan sekedar hiburan namun kerinduan akan kakek dan nenek
Meraup ringgit untuk diweselkan sampai Dempo

Namun, pergi dari kungkungan perjodohan membuatmu menatap dunia lebih jauh
Katamu, kau jadi tahu ada banyak mimpi disetiap dataran yang bisa terlipat lensa
Katamu, ada banyak kisah yang bisa kau dongengkan padaku
Katamu, ada banyak kakak, adik dan ibu di rantuan
Katamu juga, rindu  semakin maju untuk dibayar tuntas

Terima kasih bu, perjalananmu menyusuri daratan mampu mendongengkanku di lain tempat
Selamat kuucapkan pada mimpi nyatamu, kala itu.


Comments

Popular posts from this blog

Mencari tahu kelebihan sebagai Kekuatan

ZERO WASTE CHALENGGE , dimulai dari dirimu

Hidup bahagia ? kurangin yang nggak penting