Mantan Manten : Memaafkan, Caraku untuk Menyembuhkan Luka


Setiap manusia berkeinginan untuk memiliki pasangan dalam hidup. Keinginan ini seolah terwujud ketika mendapatkan pasangan yang kita sukai. Namun, tidak ada hubungan yang sempurna. Suatu hubungan memiliki risiko untuk merasakan sakit maupun kecewa. Dan tidak semua berakhir pada sebuah ikatan. Katanya cinta nggak harus memiliki bukan ?.

....
Sore itu, langit Jogja masih di atas , wkwk. Dengan semangat nonton gratisan, kuarahkan roda sepeda motorku menuju jalan Adi Sucipto melewati keramaian. Beberapa menit kemudian, roda sepeda motorku terhenti. Dihentikan simpang empat dengan tiang yang berdiri, kamu mneyebutnya "lampu merah" padahal ada ijo dan kuning. 

BOLEH TERTAWA DULU... 

Sore lalu, aku ikut Nonton Bareng Kompasiana Jogja di EMPIRE XXI, hayo kamu pernah nonton sama siapa di sana ? kalau pernah nonton sama mantan dan nggak mau balik nonton di sini karena teringat mantan. Kudu nonton film ini " mantan manten " sama mantan, syukur balikan eh baikan dingnn.

Awalnya aku pikir film ini, kayak romantis yang disertai guyonan. Nyatanya,  Tokoh Yasnina yang diperankan oleh Atikah Hasiolan berhasil menarik perhatianku. Di awal film dugaanku salah, alur pertama yang disajikan Dalam film " mantan manten " karya Visinema Pictures ini mengisahkan seorang perempuan kota dengan kehidupan glamour dan dekat sekali dengan karier yang cemerlang, pada masa itu. 

Namun, roda kehidupan memutar kebawah. Yasnina harus mengakhiri  kariernya dan kehilangan harta yang dimilikinya. Ia dikhianati oleh Iskandar (Tyo Pakusadewo) dalam sebuah kasus di perusahaannya yang mana beliau adalah ayah dari pacarnya, Surya. Lalu bagaimanakah kisah asmara Nina dan Surya ?.

Kehidupan yang di ujung tanduk membawanya ke Villa Tawangmangu, Surakarta. Hanya itu aset yang tersisa. Mulai muncul tokoh-tokoh komedi Didit mulyadi, yang membuat pecah seisi bioskop. Walaupun demikian tokoh komedian dalam film ini hanya selingan, jadi belum mampu disebut Romance guyonan. Film ini cukup membuatku berpikir, bukan bingung tapi nyeri melihat sosok Nina. 

Film ini juga dibalut dengan gambaran budaya Jawa. Cukup membuat saya  "beroh..oh..begitu ", sebagai seorang PUJAKESUMA (Putri Jawa Kelahiran Sumatra) yang belum pernah melihat langsung prosesi pernikahan adat Jawa. Namun, gambaran budayanya lebih ditonjolkan hanya pada budaya memaes. 

Mengajarkan, kekuatan seorang wanita


Kata-kata di picture di atas, menjadi sebuah kekuatan bagi wanita zaman sekarang. Menjaga nama baik keluarga serta menyimpan aib-aib keluarganya, dan menjadi sumber kehidupan bagi anak dan suaminya. 

Marjanti (Tutie Kirana), bekerja bersama hati



Hidup di zaman sekarang yang beraneka ragam tuntutan, membuat kita lupa memaknai setiap pekerjaan yang kita lalui. Seolah pagi bertemu sore seperti itu setiap hari. Mencapai ketenangan batin dengan kehidupan, kadang bukan karena uang yang melimpah ruah. Namun juga kepuasan diri atas apa yang kita lakukan dengan hati. Dalam film ini, Marjanti mengajarkan bekerja bersama hati. 

Menceritakan Masalah, bukan berarti lemah



Seberapa kuat kita bertahan atas masalah. Perlu penyangga untuk membantu agar tetap kuat berdiri,  yaitu dukungan. Kadang kita juga perlu dukungan, bukan hanya materi namun juga emosional. Sosok manager Nina dalam film ini membantu Nina dalam menghadapi masalah yang menimpanya. Kadang menjadi peyangga bukan harus menjadi motivator dengan setumpuk nasihat, dengan mendengarkan mampu menguatkan.

Memaafkan, caraku menyembuhkan luka

Lalu, bagaimana cara Nina memaafkan keluarga Surya ?. Apakah dengan menghilang dari Kehidupan Surya atau membantu Surya dalam mewujudkan pernikahan dengan calon isterinya ?. 
Mungkin sebagaian dari kita mendengar kata " memaafkan " mengartikan bahwa seolah-olah tidak ada masalah dengan orang tersebut dan kita diam seolah mengalah. Bukan. Memaafkan bukan untuk orang lain. 
Memaafkan berarti berdamai dengan diri, mencoba melihat dari lain sudut pandang

Penasaran ?
Tonton sekarang di Bioskop terdekat. Siapa tahu jadi healingmu untuk menyembuhkan luka karena mantan misalnya. 





Comments

Popular posts from this blog

Mencari tahu kelebihan sebagai Kekuatan

Hidup bahagia ? kurangin yang nggak penting

Little seoulnya Jogja